Respon Respons Fase Pembungaan Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Terhadap Variasi Lama Paparan Medan Magnet

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Novita Alfitriyanti
Ika Listiana
Dwijowati Asih Saputri

Abstract

Sektor pertanian memegang peran penting dalam menjaga ketahanan pangan, dengan kedelai sebagai salah satu komoditas utama sumber protein nabati. Namun, produksi kedelai nasional hingga saat ini masih tergolong rendah sehingga belum dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri. Peningkatan produktivitas tanaman kedelai dapat diupayakan melalui teknologi biofisik berupa induksi medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) yang diketahui mampu memengaruhi mekanisme fisiologis dan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi durasi paparan medan magnet ELF 0,3 mT terhadap fase pembungaan tanaman kedelai varietas Dega-1. Metode penelitian yang diaplikasikan merupakan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan lama paparan medan magnet berintensitas 0,3 mT, yaitu kontrol atau M0 (0 menit), M1 (10 menit), M2 (20 menit), dan M3 (30 menit) dengan masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi waktu awal berbunga, jumlah bunga, serta jumlah bunga yang berkembang menjadi polong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan medan magnet tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap parameter yang diamati, namun cenderung meningkatkan beberapa aspek reproduktif tanaman. Perlakuan M2 (20 menit) menghasilkan rata-rata jumlah bunga tertinggi sebesar 114,87 bunga per tanaman dan persentase pembentukan polong sebesar 44,93%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa paparan medan magnet berpengaruh terhadap beberapa komponen respons fase pembungaan tanaman kedelai, namun efeknya dipengaruhi oleh lamanya durasi paparan serta parameter yang diamati.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Author Biographies

Novita Alfitriyanti, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Program Studi Biologi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Lampung, Indonesia

Ika Listiana, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Program Studi Biologi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Lampung, Indonesia

Dwijowati Asih Saputri, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Program Studi Biologi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Lampung, Indonesia

How to Cite
Alfitriyanti, N., Listiana, I., & Saputri, D. A. (2026). Respon Respons Fase Pembungaan Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Terhadap Variasi Lama Paparan Medan Magnet. Agroteknika, 9(3), 586-598. https://doi.org/10.55043/agroteknika.v9i3.748

References

Agustrina, R., Manullang, H. M., Irawan, B., Wahyuningsih, S., & Sumardi, S. (2020). Produksi cabai merah (Capsicum annuum L.) dari benih yang Diinduksi Medan Magnet 0,2 mT dan Diinfeksi Jamur Fusarium sp. Jurnal Biologi Papua, 12(1), 50–58. https://doi.org/10.31957/jbp.1063.
Aini, V. Q. (2020). Pengaruh Medan Magnet Terhadap Pertumbuhan Tanaman Wijen (Sesamum indicum L.) yang Diinfeksi Patogen Fusarium (Thesis). Retrieved from http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/20314.
Arnanto, D., Maryani, Y., Koswara, G. I., & Kusumawati, D. E. (2024). Efektivitas Auksin dan Giberelin Terhadap Umur Berbunga dan Panen Tanaman Koro Pedang (Cannavalia ensiformis). VIABEL: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian, 18(1), 70–75. https://doi.org/10.35457/viabel.v18i1.3520.
Aulia, N., & Syafi’i, W. (2025). Perubahan Pola Inisiasi Primordia Selama Pembungaan: Kajian Literatur Mekanisme Transisi Meristem Vegetatif Ke Reproduktif. 10(1), 540–550. https://doi.org/10.23969/jp.v10i4.36884.
Azrial, F., Saputri, D. A., & Listiana, I. (2025). The Impact of Varied Exposure Duration to ELF (Extremely Low Frequency) Magnetic Field on Old Rice (Oriza sativa L.) Seed Viability. Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian, 10(1), 83–97. https://ejournal.agribisnis.uho.ac.id/index.php/JIMDP/article/download/1661/359
Baiyeri, M. R., Yusuf, K. O., Obalowu, R. O., Saad, G., & Banjoko, I. K. (2023). Impact of magnetization of irrigation water on growth, yield and nutritional qualities of tomato under deficit irrigation. Not Sci Biol 15(1), 1–15. https://doi.org/10.15835/nsb15111360 https://mail.notulaebiologicae.ro/index.php/nsb/article/view/11360/9569.
Bhat, J. Y., Thieulin-pardo, G., Hartl, F. U., & Hayer-hartl, M. (2017). Rubisco Activases : AAA + Chaperones Adapted to Enzyme Repair. 4(4), 1–10. https://doi.org/10.3389/fmolb.2017.00020.
BPS. (2024a). Analisis Produktivitas Jagung dan Kedelai di Indonesia, 2024 (Hasil Survei Ubinan). Badan Pusat Statistik Indonesia. https://www.bps.go.id/id/publication/2025/10/02/561a7fb4534ef4201b447f5b/analisis-produktivitas-jagung-dan-kedelai-di-indonesia-2024-hasil-survei-ubinan-.html
BPS. (2024b). Impor Kedelai menurut Negara Asal Utama, 2021-2025. Badan Pusat Statistik Indonesia. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MjAxNSMx/impor-kedelai-menurut-negara-asal-utama--2017-2024.html
Choi, H. W. (2024). From the Photosynthesis to Hormone Biosynthesis in Plants. Plant Pathology, 40(2), 99–105. https://doi.org/10.5423/PPJ.RW.01.2024.0006
Deamici, K. M., Cuellar-Bermudez, S. P., Muylaert, K., Santos, L. O., & Costa, J. A. V. (2019). Quantum yield alterations due to the static magnetic fields action on Arthrospira platensis SAG 21.99: Evaluation of photosystem activity. Bioresource Technology, 292(July), 121945. https://doi.org/10.1016/j.biortech.2019.121945.
Djoyowasito, G., Ahmad, A. M., Lutfi, M., & Maulidiyah, A. (2019). Pengaruh Induksi Medan Magnet Extremely Low Frequency ( ELF ) terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.). Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 7(1), 8–19. https://jkptb.ub.ac.id/index.php/jkptb/article/view/452/0.
Fachrezi, M. L., Darmanti, S., Saptiningsih, E., & Prihastanti, E. (2023). Kandungan Pigmen Fotosintetik dan Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Kedelai (Glycine max L . Merr.) var. Grobogan Pada Tingkat Ketersediaan Air yang Berbeda. 8(2), 154–160. https://doi.org/10.14710/baf.8.2.2023.154-160.
Fanani, S. N. (2025). Peran enzim dalam proses metabolisme seluler pada tumbuhan. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(2), 1–8. https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/12173.
Farid, N., & Ulinnuha, Z. (2024). Fotosintesis dan Pembungaan Anggrek Dendrobium Pada Intensitas Cahaya yang Berbeda. Jurnal Agrotek Tropika, 12(2), 300–309. https://doi.org/10.23960/jat.v12i2.6577.
Fernie, A. R., Carrari, F., & Sweetlove, L. J. (2004). Respiratory metabolism : glycolysis , the TCA cycle and mitochondrial electron transport. 254–261. https://doi.org/10.1016/j.pbi.2004.03.007
Firgiyanto, R., Rohman, F., Rohman, H. F., Kurniasari, L., Sumiahadi, A., Rahma, S. D., ..., & Khysswari, C. (2025). Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Zat Pengatur Tumbuh terhadap Kesuburan Tanah, Kadar Fenolik dan Perkembangan Bunga Krisan Pada Dataran Rendah. 14(4), 306–322. https://doi.org/10.22146/veg.108934
Iftitah, S. N. (2023). Hasil Tanaman Stroberi (Fragaria ananassa Duschesne) pada Konsentrasi dan Lama Perendaman Kolkhisin. Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian, 19(1), 65. https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i1.2964.
Juswadi, J., Sumarna, P., & Mulyati, N. S. (2021). Potensi Peningkatan Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Kedelai di Jawa Barat. Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian, 9(1), 86. https://doi.org/10.35138/paspalum.v9i1.281.
Maffei, M. E. (2014). Magnetic field effects on plant growth , development , and evolution. 5 (September), 1–15. https://doi.org/10.3389/fpls.2014.00445.
Qudsiyah, M., Listiana, I., & Saputri, D. A. (2025). Pengaruh Paparan Medan Magnet Extremely Low Frequency (ELF) Terhadap Perkembangan Generatif Benih Padi Tua (Oryza sativa L.). Jurnal Agroteknika, 8(2), 327–342. https://agroteknika.id/index.php/agtk/article/view/514.
Radhakrishnan, R. (2019). Magnetic field regulates plant functions, growth and enhances tolerance against environmental stresses. Physiology and Molecular Biology of Plants, 25(5), 1107–1119. https://doi.org/10.1007/s12298-019-00699-9.
Rahmawati, E., & Suyono, S. (2023). Pengaruh Lama Pemaparan dan Kuat Medan Elektromagnetik Terhadap Pematahan Dormansi Benih Delima Merah (Punuca granatum L.). PRIMER : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(4), 432–439. https://doi.org/10.55681/primer.v1i4.173.
Rizkyma, N. F., Ariyanti, N. S., & Dorly. (2023). Fenologi Fase Pembungaan dan Perbuahan serta Produksi Polen pada Tanaman Kacang Panjang Kultivar Sabrina. Jurnal Sumberdaya Hayati, 9(2), 87–95. https://www.researchgate.net/publication/372080281_Fenologi_Fase_Pembungaan_dan_Perbuahan_serta_Produksi_Polen_pada_Tanaman_Kacang_Panjang_Kultivar_Sabrina_Phenology_of_Flowering_and_Fruiting_Phases_and_Pollen_Production_in_Yardlong_Bean_Cultivar_Sabr.
Saletnik, B., Saletnik, A., Słysz, E., Zaguła, G., Bajcar, M., Puchalska-Sarna, A., & Puchalski, C. (2022). The Static Magnetic Field Regulates the Structure, Biochemical Activity, and Gene Expression of Plants. Molecules, 27(18). https://doi.org/10.3390/molecules27185823.
Sefanda, S. K., Nafilla, V. Z., Anggara, P., & Kendid, S. dan. (2025). Eksplorasi Potensi Medan Magnet Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sebagai Monitoring Keberhasilan Pertanian. Jurnal Agro Indragiri, 10(1), 1–8. https://doi.org/10.32520/jai.v10i1.3217
Shi, F., Cao, Y., Gao, Y., Qiu, Y., Lu, Y., Han, B., & Shen, Y. (2024). The Impact of Magnetic Field and Gibberellin Treatment on the Release of Dormancy and Internal Nutrient Transformation in Tilia miqueliana Maxim. Seeds. Forest, 1–13. https://doi.org/10.3390/f15020311.
Sulistyaningrum, D. A., Nurdiani, U., & Novia, R. A. (2024). Efisiensi Produksi Usahatani Kedelai di Desa Tayem Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis (JEPA), 8(2), 712–727. https://jepa.ub.ac.id/index.php/jepa/article/view/2469.
Swastika, D. K. S. (2022). Perjalanan Panjang Indonesia Menuju Swasembada Kedelai. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 40(1), 39. https://doi.org/10.21082/fae.v40n1.2022.39-53.
Syafriani, Afiah, & Aprilia, N. (2024). PKM Olahan Kacang Kedelai Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan dan Perbaikan Pencernaan pada Masyarakat di Desa Rumbai Jaya Tahun 2023. Medika, 3(1), 30–35. https://doi.org/10.31004/s6xks496.
Tirono, M., & Hananto, F. S. (2023). Effective Treatment Time Using a Magnetic Field to Increase Soybean (Glycine max) Productivity. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(7), 5071–5077. https://doi.org/10.29303/jppipa.v9i7.3797.
Triastinurmiatiningsih, Astuti, I. P., & Saskia, B. (2021). Fenologi Pembungaan Dua Varietas Jambu Air (Syzygium boerlagei) di Kebun Raya Bogor. LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi, 10(2), 153–158. https://doi.org/10.26740/lenterabio.v10n2.p153-158.
Widiastuti, A., & Palupi, E. R. (2008). Viabilitas serbuk sari dan pengaruhnya terhadap keberhasilan pembentukan buah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Journal of Biological Diversity, 9(1), 35–38. https://share.google/Bn3wC4uxIPvO6Du3I.
Wu, H. L., Zhang, S. L., Feng, X., Zhang, Y. Q., Zhou, B. J., Cao, M., ..., & Hou, Z. X. (2024). Possible Mechanism of Sucrose and Trehalose-6-Phosphate in Regulating the Secondary Flower on the Strong Upright Spring Shoots of Blueberry Planted in Greenhouse. Plants, 13(17). https://doi.org/10.3390/plants13172350.
Zheng, R. H., de Su, S., Xiao, H., & Tian, H. Q. (2019). Calcium: A critical factor in Pollen germination and tube elongation. International Journal of Molecular Sciences, 20(2). https://doi.org/10.3390/ijms20020420.